Hidup adalah sebuah petualangan untuk meraih kesuksesan. Baik itu sukses dunia, maupun sukses akhirat.

Archive for February 18th, 2017

Keluarga Motivasiku

Saturday, February 18th, 2017

Keluargaa…. adalah satu-satunya yang paling aku rindukan saat ini. Aku bisa kuat saat ini, karena jauh disana, ibuku membantuku dengan mendoakanku, ayahku yang memberikan sumber penghidupanku tiap bulannya, kakakku yang selalu men-support aku, dan adikku yang selalu membuatku untuk dapat bangkit lagi.

Seminggu yang lalu aku pulang ke kampung halamanku, karena pada tanggal 9 Februari lalu, ayahku berulang tahun, ditambah lagi, ayahku yang sedang sakit dan juga tidak masuk kerja 3 hari berturut-turut. Akan tetapi aku tidak bisa datang karena ada jadwal kuliahku yang padat, dan kakakku yang masih masuk di hari kerja. Akhirnya pada hari sabtunya, aku dan kakakku bersepakat untuk pulang kampung dengan membawa kado (yang tidak perlu disebutkan) untuk ayahku dimana aku dan kakakku saling berpatungan untuk membelikannya, haha…

Beberapa foto-foto kami sekeluarga saat berkumpul bersama minggu lalu,

Masih ingat waktu dulu ketika aku pertama kali pamit ke Jogja untuk melanjutkan kuliahku di UGM, aku ingat dengan betul pesan yang disampaikan oleh masing-masing keluargaku disaat-saat terakhir untuk berpisah..

Ayahku berpesan kepadaku, “Sholate dijogo!”. Udah itu aja pesan yang disampaikan saat terakhir kali aku berpisah dengan ayahku untuk merantau ke Jogja. Pesan yang masih terus kuingat sampai sekarang dan semoga tetap terus kuingat hingga akhir hayatku. Ayahku memang adalah sosok yang sangat religius di keluargaku. Dahulu, saat kami anak-anaknya masih bobok ketika shubuh akan berakhir, maka ayahku akan dengan sengaja membangunkan kami untuk beribadah sholat Shubuh. Bahkan seringkali ketika adzan Shubuh, kami anak-anaknya langsung dibangunkan untuk sholat Shubuh dan kalau bisa ditambah ngaji. Itulah ayahku, dia adalah sosok yang sangat religius di keluarga kami. Bahkan seringkali kami selalu ditanya entah itu sholat Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya’ apakah sudah sholat belum ? Jujur, dahulu aku sangat risih dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu, akan tetapi sekarang, aku benar-benar sangat merindukannya. Aku ingin selalu diawasi oleh ayahku agar aku tetap pada koridor yang benar. Ayahh… doakan aku supaya aku dapat menjalankan amanahmu….

Kemudian ibuku juga berpesan, “Maem-e dijogo!”. Dengan kata lain, bahwa ibuku cuma berpesan agar aku tidak lupa untuk makan saat di Jogja nanti. Hal ini karena memang saat di rumah kampungku, aku susah sekali untuk diajak makan, baik itu saat dirumah maupun saat kami bepergian. Rasanya bagiku waktu dulu itu, melihat makanan saja seperti sudah kenyang, dan juga diriku yang saat itu terlihat kurus. Apalagi diriku yang saat ini yang benar-benar kurus. Bayangkan aja, aku adalah seorang laki-laki yang sudah menginjak semester VI saat ini, akan tetapi berat badanku hanya berkisar 48 kg saja. Berat badan ini kalau untuk cewek sepertinya sangat diidamkan, akan tetapi sebaliknya untuk para lelaki. Yahh.. meskipun begitu, aku akan terus mengingat pesanmu ini sampai kapanpun ibuuu, dan aku akan berusaha untuk makan secara teratur, meskipun hingga saat ini hal tersebut sangat sulit untuk kulakukan. I love you momm..

Kemudian kakakku juga berpesan “Dijogo kesehatane!”. Dahulu aku berpikir bahwa pesan kakakku itu hanyalah ikut-ikutan dengan pesan dari ibukku saja, dengan sedikit pengubahan kata-kata, itu menurutku dahulu saat dia berkata seperti itu. Untuk saat ini, aku sudah tersadar bahwa itu adalah nasehat yang jauh berbeda dari apa yang dikatakan ibuku tadi. Dahulu bahwa memang aku sering sakit-sakitan dan sering sekali dirawat oleh kakakku. Hanya sebuah gerimis saja, jika itu mengenai kepalaku, akan membuat malamnya aku menjadi panas demam. Dan kakakku lah yang sering memberikanku obat tanpa harus ke dokter, seperti kakakku lah yang menjadi dokter pribadiku hehe… Jika di kelasku ada seseorang yang pilek, meskipun bangkunya sangat jauh dari jangkauanku, entah kenapa beberapa hari kemudian tiba-tiba aku juga ikutan pilek, yang padahal temen sebangkunya saja tidak pilek. Hal ini memang harus kuakui bahwa daya kekebalan tubuhku sangatlah lemah, dan itulah yang membuatku sering sakit-sakitan, ditambah lagi pola makanku yang aku jelaskan tadi, sehingga seperti yang kakakku pesankan kepadaku saat aku merantau ke Jogja, bahwa aku harus menjaga kesehatanku sendiri. Karena aku sudah dewasa dan harus bisa mandiri.. terima kasih sudah merawatku disaat aku kecil kakak., love youu..

Dan yang terakhir saat sebelum aku benar-benar pergi dari kampung halamanku untuk merantau, aku juga berpamitan dengan adekku. Dan dia juga berpesan dengan sangat singkat sama seperti anggota keluargaku yang lainya, yaitu “Ojo dolan ae!”. Yahh.. memang sewaktu aku menginjak SMA, seringkali kuhabiskan waktuku untuk dolan. Entah itu ke rumah teman, atau itu bepergian ke luar kota untuk liburan bersama temanku ketika weekend. Memang ketika aku sering dolan, adekku lah yang paling menentang keras. Adekku menginginkan aku yang kutu buku, belajar untuk mengisi waktu kosong, dan membantu orang tua dikala weekend. Itu adalah tugas adekku sewaktu dia kecil, dan jujur aku sangat malas dengan pemikiran semacam itu (waktu itu). Memang aku sewaktu SMA adalah sosok yang bandel, nakal, susah diatur, dan sak-karepe dewe. Itu mungkin beberapa sifatku sewaktu SMA, tetapi dalam batas wajar haha.. Akan tetapi aku yang sekarang sudah berubah, aku sekarang menjadi sering berpuasa, suka mengaji, dan suka berdzikir, hehe.. semoga kalian juga melakukannya. Akan tetapi anehnya dari nasehat adekku tersebut, sekarang justru dia yang juga melakukannya. Suatu ketika aku mengetahui dia berbohong kepada ibu pamit ijin bimbel, eh tau-taunya ketahuan dirumah temennya wkwk… aku tahu hal itu, tetapi aku nggak tau apakah ibuku mengetahuinya apa tidak, dan aku juga nggak akan memberi tahu informasi ini kepada ibuku tentunya. Aku cuma berharap semoga adekku mendapat nilai yang bagus. Jadi apakah dia ikut bimbel/tidak, setidaknya dia bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan dan mendapat nilai yang bagus. Dan pastinya, aku akan mengingat pesanmu selalu dek, Inshaallah, meskipun ketika mengingatnya aku malah menjadi tertawa. Haha…

Yahh.. begitulah beberapa pesan yang disampaikan keluargaku saat pertama kalinya aku berpisah dengan mereka untuk merantau ke Jogja yang mana merupakan kota pendidikan saat aku menimba ilmu sekarang ini. See you diceritaku yang selanjutnya ^-^